E-book Renungan Ziarah Batin Juni 2008

Saat ini Buku Renungan Harian Katolik ziarah Batin mulai Maret 2008 , dibagikan gratis dalam bentuk ebook dan pdf, saat ini untuk Bulan Juni Sudah dapat didownload untuk versi ebook atau *.exe

untuk Download dapat melalui salah satu mirror berikut :  

http://www.ziddu.com/download.php?uid=Z7GhmpmuYaqhmZutr6yZlJyiYbCWlJap1

http://rapidshare.com/files/119615650/ziarahbatinjuni2008versiebook.zip

http://www.indowebster.com/ziarahbatinjuni2008.html

Tuhan Memberkati.

Ref : http://obormedia.multiply.com/journal/item/1/ZIARAH_BATIN_2008

Vikjen KAS – Pujasumarta menjadi Uskup Bandung yang baru

informasi ini didapat pertamakali pas misa hari tritunggal mahakudus tanggal 18 mei 2008 ketika khotbah misa oleh romo paroki , bahwa keuskupan bandung telah mendapat uskup baru yang diangkat langsugn oleh paus Benediktus XVI, berikut cuplikan dari kompas , copas dari mirifica.net :

[Kompas.com]Semarang, Sabtu – Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Johannes Pujasumarta , Pr (59) diangkat menjadi Uskup Bandung, menggantikan Mgr. Alexander Soentadio Djajasiswaja, Pr yang meninggal tahun 2005 lalu.

Saat dihubungi, Romo Pujasumarta membenarkan bahwa dirinya menjadi Uskup Bandung yang baru. Tahta Suci Vatikan di Roma mengumumkan pengangkatan itu pada hari Sabtu (17/5) pukul 12.00 waktu Roma, atau
pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Surat pengangkatan dirinya itu ditandatangani oleh Paus Benediktus XVI.

Menurut dia, sebelum menerima pengumuman resmi, Vatikan telah menghubungi dan menanyakan kesediannya menjadi Uskup Bandung. “Saya jawab, ya, saya bersedia,” ujarnya , Sabtu (17/5) malam,.

Seminggu yang lalu, Vatikan telah memberitahukan perihal pengangkatan Pujasumarta sebagai Uskup Bandung. Meski begitu, mereka memintanya untuk menunggu pengumuman resmi.

Romo Pujasumarta menuturkan, menjadi Uskup di Bandung merupakan tantangan tersendiri. Hal itu terjadi karena Bandung merupakan wilayah yang baru baginya.
“Ada kultur baru dan bahasa baru yang akan saya temui. Oleh karena itu, saya meminta kepada umat di Bandung agar bisa berjalan bersama- sama,” katanya.

Sebelum menjalankan tugas sebagai uskup yang baru di Bandung, ia masih harus menunggu upacara pentahbisan yang akan dilaksanakan paling lambat pertengahan Juli nanti. Upacara tersebut akan dipimpin oleh
Kardinal Julius Darmaatmadja , SJ , Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo, dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia.

Sementara itu, menunggu pentahbisan dirinya, Keuskupan Agung Bandung dipegang oleh Administrator Keuskupan Bandung, Pst. Markus Priyo Kushardjono OSC .
Sebagai Uskup baru, Pujasumarta mengaku belum bisa menentukan langkah apa saja yang akan diambil. Meski begitu, ia akan banyak mendengar pendapat dewan pastoral yang lebih mengenal dan memahami kondisi umat
di Bandung.
“Saya akan mencoba menciptakan iklim yang baik, sehingga kehadiran gereja bisa memberi manfaat bagi umat dan masyarakat,” tandasnya. (a05/ a09)

bagi yang ingin silaturahmi atau mengenal pribadi romo pujasumarta , bisa berkunjung ke blog pribadinya di http://pujasumarta.multiply.com

proficiat dan selamat untuk romo pujasumarta.

Renungan Harian 19 April 2008

Sabtu, 19 April 2008

Renungan

Kebersamaan belum tentu menjamin pengenalan yang dalam kalau tidak disertai dengan intensitas relasi dan ketulusan. Hal inilah yang menjadi pertanyaan Yesus, sekaligus kritik kepada Filipus. Sudah sekian lama Filipus ada bersama Yesus. Sayangnya, dia belum juga mengenal Yesus secara mendalam. Sudah sekian lama pula orang-orang Yahudi mendengar pewartaan akan hadirnya Sang Mesias, melihat kehidupan dan karya Yesus serta mendengarkan kesaksian para rasul. Namun, mereka tidak mengenal Dia. Akibatnya, mereka malahan iri hati dan menolak pewartaan tentang Yesus. Sudah sekian lama pula kita mengimani Yesus. Namun, apakah kita sungguh mengenali Yesus dan percaya kepada-Nya secara penuh?

Tuhan Yesus, imanku kepada-Mu masih dangkal karena aku kurang intensif dalam menjalin relasi dengan-Mu. Tariklah aku dalam kesatuan dengan-Mu, agar aku sungguh mengenal-Mu serta seluruh kehendak-Mu. Amin.

from : http://mirifica.net/artDetail.php?aid=4868

Renungan Harian 18 April 2008

Jumat, 18 April 2008
Bacaan I : Kis 13:26-33
Bacaan Injil : Yoh 14:1-6

Renungan

Ada banyak jalan menuju Allah. Hal itu diakui oleh semua orang. Karena itu, di sekitar kita ada beraneka cara dijalani dan dihayati untuk mencapai kesatuan sejati dengan Allah. Yesus bersabda bahwa diri-Nya adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada orang yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Masihkah kita memilih jalan lain, selain Yesus yang sudah kita miliki?

Memang, jalan sebagus apa pun tidak akan membawa manfaat kalau tidak dijalani. Demikian pun, jalan hidup kita dalam iman kepada Yesus tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi kita kalau kita tidak tekun menjalani iman kita kepada-Nya. Memiliki jalan Allah bukanlah jaminan bahwa kita akan sampai pada Allah. Hanya mereka yang menjalaninya dengan tekunlah yang akan sampai kepada Allah. Kita sudah memiliki Kristus sebagai jalan hidup dan iman kita. Apakah kita sungguh menjalani jalan iman itu, atau kita hanya cukup berbangga atas iman yang kita miliki?

Yesus, aku bersyukur karena memiliki-Mu sebagai jalan hidupku. Tuntunlah aku untuk dengan tekun menjalani hidupku sesuai dengan jalan yang Kautunjukkan bagiku. Amin.

[Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian]

Mirifica e-news (http://www.mirifica.net)

hippolytus

hippolytus

antipope

Pernyataan bersama NU, PGI & KWI

PERNYATAAN BERSAMA NU, PGI, KWI

 TENTANG KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

DI INDONESIA

Pemerintah melalui Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Peraturan Bersama (Perber) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 9 Tahun 2006 dan Nomor: 8 Tahun 2006 tertanggal 21 Maret 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

        Tujuan penerbitan Perber ini adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama sekaligus memberikan jaminan kepada setiap warga negara untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan UUD 1945. Tanpa kebebasan beragam dan kerukunan umat beragama mustahil bangsa ini bisa membangun, maju, dan sejahtera.

        Berkaitan dengan hal tersebut, kami pimpinan lintas agama yaitu Nahdlatul Ulama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Kepada segenap umat beragama di Indonesia agar memelihara kerukunan umat beragama di tempat kita masing-masing. Marilah kita menghindari sikap main hakim sendiri dan tindakan anarkhis yang tidak menyelesaikan persoalan.

Kepada pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah (provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa) di seluruh Indonesia agarmenjalankan Perber ini dengan seadil-adilnya di daerah masing-masing.

Kepada aparat keamanan khususnya Kepolisian RI agar memberikan jaminan keamanan bagi segenap masyarakat yang menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing, dan tidak membiarkan orang main hakim sendiri dan melakukan tindakan anarkhis.

Kepada media massa diharapkan agar menyampaikan pemberitaan yang akuran mengenai adanya penutupan rumah ibadat.

        Demikian himbauan bersama ini kami sampaikan sambil berharap semoga bangsa Indonesia yang majemuk ini senantiasa dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jakarta, 27 April 2006

Ketua PB. NU                     Ketua Umum PGI                    Ketua KWI
K.H. Hasyim Muzadi           Pdt. Dr. A.A. Yewangoe          Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J.